Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya


Tampilkan postingan dengan label soal sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soal sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 November 2014

Soal Soal  Mapel Sejarah Peminatan Kelas X Sekolah Menengan Atas Tahun 2014 – Sahabat sekalian pada kesempatan kali ini akan share mengenai Kumpulan Soal Soal Semester Sejarah Peminatan Kelas X Semester Ganjil Tahun 2014 – 2015. Langsung Saja disimak Soal Soal Sejarah Peminatan Kelas X TimgkaT  SMA.

Soal Semester Ganjil Sejarah Peminatan Tahun 2014 - 2015
Bab I Menelusuri Peradaban Awal di Kepulauan Indonesia
  1. Mengapa istilah praaksara lebih sempurna dibandingkan dengan istilah prasejarah untuk menggambarkan kehidupan insan sebelum mengenal tulisan.
  2. Bagaimana secara metodologis kita sanggup mengetahui kehidupan insan sebelum mengenal tulisan.
  3. Mesir mengakhiri zaman praaksara sekitar tahun 3000 SM, tetapi di Indonesia gres kurun ke-4 hingga ke-5 M. Mengapa demikian?
  4. Apa saja pelajaran yang sanggup kita peroleh dari berguru kehidupan pada zaman praaksara?
  5. Kita wajib bersyukur alasannya ialah Tuhan Yang Maha Pencipta yang telah membuat bumi kita ini dengan cerdik dan bijaksana serta penuh kasih sayang kepada makhluk ciptaan-Nya. Coba beri penjelasan, kau sanggup berdiskusi dengan anggota kelompokmu!
  6. Menurut kau nilai-nilai apa yang sanggup dipetik dari proses terbentuknya pulau-pulau di Kepulauan Indonesia?
  7. Hikmah apa yang sanggup kita peroleh dengan bertempat tinggal di wilayah yang sering terjadi tragedi alam?
  8. Di setiap kawasan tentu ada kisah rakyat ataupun dongeng yang berkaitan dengan gempa bumi maupun gunung meletus, coba kau cari dan tuliskan dalam bentuk kisah 3 – 4 halaman, lalu diskusikan.
  9. Sebutkan gunung api yang pernah meletus di daerahmu dan di Indonesia!
  10. Sebutkan petaka (tektonik) yang pernah terjadi di daerahmu dan di Indonesia
  11. Mengapa para mahir melaksanakan penelitian insan purba banyak di bantaran sungai?
  12. Jelaskan ciri dan mengapa hasil penelitian Dubois di Trinil disebut sebagai jenis Pithecanthropus erectus (kera yang berjalan tegak)?
  13. Menurut pendapat kamu, bagaimana insan purba sanggup menyebar ke dalam wilayah Kepulauan Indonesia bahkan hingga ke luar wilayah Kepulauan Indonesia?
  14. Coba buatlah karya ilmiah (2–3 halaman) dengan tajuk, Sangiran Laboratorium Manusia Purba.
  15. Coba kau inventarisir aneka macam situs dan tinggalan insan purba di daerahmu masing-masing.
  16. Coba kau diskusikan mengapa insan purba membuat peralatan dari bebatuan, kayu, dan tulang?
  17. Peralatan yang dibentuk oleh insan purba dari watu sanggup dipakai sebagai alat serba guna, coba jelaskan dan beri contoh.
  18. Mengapa insan purba itu banyak yang tinggal di tepi sungai?
  19. Jelaskan pola kehidupan nomaden insan purba!
  20. Manusia purba juga memasuki fase bertempat tinggal sementara, contohnya di gua mengapa demikian?
  21. Apa kira-kira alasan bagi insan purba menentukan tinggal di tepi pantai!
  22. Pembukaan lahan yang dilakukan oleh nenek moyang kita dengan penebangan pohon bergotong-royong termasuk kearifan lokal yang perlu dijadikan pelajaran. Bagaimana pendapat dan perilaku kau ihwal pernyataan tersebut? Bagaimana pula pendapat kau ihwal acara pembukaan lahan dengan aben hutan ibarat yang dilakukan kini sekarang ini
  23. Buatlah analisis ihwal hubungan antara pola tempat tinggal dengan bercocok tanam.
  24. Adalah Buatlah karya tulis dengan judul, “Neolitikum: Sebuah Revolusi Kebudayaan.”
  25. Coba kau identifikasi alat-alat bercocok tanam pada periode ini
  26. Jelaskan kaitan antara insan yang sudah bertempat tinggal tetap dengan adanya sistem kepercayaan!
  27. Adakah hubungan antara sistem kepercayaan masyarakat dengan pola mata pencaharian? Jelaskan!
  28. Buatlah sebuah proyek berguru dengan melaksanakan penelitian ihwal tradisi megalitik dan kepercayaan animisme yang kini masih tersisa di kawasan kamu.
  29. Identifikasi permasalahan yang berdasarkan kau menarik untuk diteliti, yaitu merumuskan duduk kasus apa yang akan kau teliti (biasanya dalam bentuk kalimat pertanyaan), ibarat di manakah insan praaksara biasanya tinggal? Pada masa kapan mereka hidup di Indonesia? Bagaimana mereka sanggup mempertahankan kehidupannya dan bagaimana ciri-cirinya? Dan lain-lain sebagainya sanggup diskusikan dengan teman-temanmu.
  30. Setelah itu carilah sumber-sumber yang menjelaskan ihwal permasalahan yang akan diteliti. Caranya dengan mencari sumber dari internet, buku-buku bacaan, kliping koran, fotofoto, ilustrasi dan sanggup juga wawancara dengan tokoh masyarakat yang kau anggap mengetahui permasalahan.
  31. Setelah kau temukan sumber-sumber tersebut, kau harus melaksanakan perbandingan antara sumber yang satu dengan yang lain untuk mencari kebenaran. Jika dari bacaan yang kau baca ada dua atau lebih sumber yang menyatakan hal yang sama maka sanggup saja kita anggap sumber tersebut mendekati kebenaran.
  32. Apabila di kawasan tempat tinggal kau terdapat peninggalan sejarah yang diduga tinggalan masa praaksara, kau bersama teman-temanmu sanggup mengunjungi situs tersebut untuk meyakinkan pendapat kamu. Setelah itu barulah kau rumuskan dalam bentuk goresan pena yang runtut sekitar 3 – 5 lembar tulisan.[ki]

Jumat, 18 Oktober 2013

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak Hindu di Nusantara Tertua. Berdiri sekitar kurun ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diberikan oleh para jago mengambil dari nama kawasan ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara terang menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit warta yang sanggup diperoleh.
Masuknya Pengaruh Budaya
Masuknya efek budaya India ke Nusantara, menjadikan budaya Indonesia mengalami perubahan. Perubahan yang terpenting yakni timbulnya suatu sistem pemerintahan dengan raja sebagai kepalanya. Sebelum budaya India masuk, pemerintahan hanya dipimpin oleh seorang kepala suku. Selain itu, percampuran lainnya yakni kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia mendirikan tugu batu. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa dalam mendapatkan unsur-unsur budaya asing, bangsa Indonesia bersikap aktif. Artinya bangsa Indonesia berusaha mencari dan menyesuaikan unsur-unsur kebudayaan absurd tersebut dengan kebudayaan sendiri.
Bangsa Indonesia mempunyai kebiasaan mendirikan tugu kerikil yang disebut menhir, untuk pemujaan roh nenek moyang, sedangkan tugu kerikil (Yupa) yang didirikan oleh raja Mulawarman dipakai untuk menambatkan binatang kurban. Pada prasasti itu juga diceritakan bahwa Raja Mulawaraman memerintah dengan bijaksna. Ia pernah menghadiahkan ± 20.000 ekor sapi untuk korban kepada para brahmana / pendeta. Dan dalam prasasti itu pun menyatakan bahwa Raja Aswawarman merupakan pendiri dinasti, mengapa bukan ayahnya Kudungga yang menjadi pendiri dinasti tetapi anaknya Aswawarman? Hal itu sebab pada dikala itu Raja Kudungga belum memeluk agama Hindu, sehingga ia tidak sanggup menjadi pendiri dinasti Hindu.
Dari Raja Aswawarman menurunlah hingga Mulawarman, sebab Mulawarman pun memeluk agama Hindu. Hal itu diketahui dari penyebutan bangunan suci untuk Dewa Trimurti. Bangunan itu disebut bangunan Wapraskewara dan di Gua Kembeng di Pedalaman Kutai ada sejumlah arca-arca agama Hindu ibarat Siwa dan Ganesa.
Prasasti Kerajaan Kutai
Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari kurun ke-4. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para jago dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Yupa yakni tugu kerikil yang berfungsi sebagai tugu peringatan yang dibentuk oleh para brahman atas kedermawanan raja Mulawarman. Dalam agama hindu sapi tidak disembelih ibarat kurban yang dilakukan umat islam. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai dikala itu yakni Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa sebab kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Dapat diketahui bahwa berdasarkan Buku Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno yang ditulis oleh Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto yang diterbitkan oleh Balai Pustaka halaman 36, transliterasi prasasti diatas yakni sebagai berikut:
śrīmatah śrī-narendrasya; kuṇḍuṅgasya mahātmanaḥ; putro śvavarmmo vikhyātah; vaṅśakarttā yathāṅśumān; tasya putrā mahātmānaḥ; trayas traya ivāgnayaḥ; teṣān trayāṇām pravaraḥ; tapo-bala-damānvitaḥ; śrī mūlavarmmā rājendro; yaṣṭvā bahusuvarṇnakam; tasya yajñasya yūpo ‘yam; dvijendrais samprakalpitaḥ.
Artinya:               
Sang Mahārāja Kundungga, yang amat mulia, mempunyai putra yang mashur, Sang Aśwawarmman namanya, yang ibarat Angśuman (dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Aśwawarmman mempunyai putra tiga, ibarat api (yang suci). Yang terkemuka dari ketiga putra itu ialah Sang Mūlawarmman, raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang Mūlawarmman telah mengadakan kenduri (selamatan yang dinamakan) emas-amat-banyak. Untuk peringatan kenduri (selamatan) itulah tugu kerikil ini didirikan oleh para brahmana.
Mulawarman yakni anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan efek bahasa Sanskerta jikalau dilihat dari cara penulisannya. Kundungga yakni pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang tiba ke Indonesia. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Hindu.
Aswawarman
Aswawarman yakni Anak Raja Kudungga.Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman mempunyai 3 orang putera, dan salah satunya yakni Mulawarman.
Putra Aswawarman yakni Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya mencakup hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. Kerajaan Kutai seolah-olah tak tampak lagi oleh dunia luar sebab kurangnya komunikasi dengan pihak asing, hingga sangat sedikit yang mendengar namanya.
Kerajaan Kutai berakhir dikala Raja Kutai yang berjulukan Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang saat
Nama-Nama Raja Kutai
  • Maharaja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman (pendiri)
  • Maharaja Aswawarman (anak Kundungga)
  • Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman)
  • Maharaja Marawijaya Warman
  • Maharaja Gajayana Warman
  • Maharaja Tungga Warman
  • Maharaja Jayanaga Warman
  • Maharaja Nalasinga Warman
  • Maharaja Nala Parana Tungga
  • Maharaja Gadingga Warman Dewa
  • Maharaja Indra Warman Dewa
  • Maharaja Sangga Warman Dewa
  • Maharaja Candrawarman
  • Maharaja Sri Langka Dewa
  • Maharaja Guna Parana Dewa
  • Maharaja Wijaya Warman
  • Maharaja Sri Aji Dewa
  • Maharaja Mulia Putera
  • Maharaja Nala Pandita
  • Maharaja Indra Paruta Dewa
  • Maharaja Dharma Setia
Nama Maharaja Kundungga oleh para jago sejarah ditafsirkan sebagai nama orisinil orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama budaya India. Sementara putranya yang berjulukan Asmawarman diduga telah terpengaruh budaya Hindu. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa kata Warman berasal dari bahasa Sanskerta. Kata itu biasanya dipakai untuk ahkiran nama-nama masyarakat atau penduduk India pecahan Selatan.[ki]